Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali diperluas. Badan Gizi Nasional (BGN) mengaktivasi 953 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG baru di 34 provinsi, Kamis (5/11/2026). Seluruh dapur tersebut diproyeksikan melayani sekitar 1,5 juta penerima manfaat.

"Hari ini, kami memulai proses aktivasi 953 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi baru di 34 provinsi," ujar Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, melalui keterangan resmi di Jakarta, Kamis (5/11).

Anak-anak menerima makan bergizi gratis di sekolah

Lanjutan dari 1.460 dapur bulan lalu

Aktivasi November ini merupakan lanjutan dari aktivasi 1.460 SPPG baru di 32 provinsi pada Oktober lalu. BGN juga merencanakan aktivasi dapur baru dengan jumlah serupa pada pekan berikutnya.

"Kami telah berjanji untuk mengaktivasi dapur yang telah terdaftar di portal mitra secara bertahap dan berhati-hati, dengan mengutamakan asas kebermanfaatan dan kebutuhan penerima manfaat," ujar Agustina dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (4/11).

Namun, dapur yang terdaftar sebagai mitra tidak otomatis langsung beroperasi. BGN terlebih dahulu memastikan kesiapan fasilitas dan tenaga kerja untuk mendukung produksi serta distribusi makanan.

"Dapur baru yang kami aktivasi adalah dapur yang dapat membuktikan kesiapannya, baik secara infrastruktur maupun personel, mampu melakukan produksi dan penyaluran Makan Bergizi Gratis sesuai tata kelola keamanan pangan," kata Agustina.

Prioritas: daerah 3T dan rawan stunting

Dapur-dapur baru ini diarahkan ke daerah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi, serta daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kelompok penerima manfaat yang menjadi prioritas mencakup ibu hamil, ibu menyusui, balita (kelompok 3B), serta santri di lingkungan pesantren.

Fokus ini penting karena stunting masih menjadi persoalan serius di banyak daerah. Anak yang kekurangan gizi pada masa awal kehidupan berisiko mengalami gangguan tumbuh kembang yang sulit dikejar di kemudian hari. Karena itu, intervensi gizi pada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita menjadi prioritas program.

Perluasan dapur juga berarti perluasan lapangan kerja. Setiap SPPG mempekerjakan puluhan orang dari masyarakat sekitar, dari juru masak sampai petugas distribusi. Program MBG dengan demikian tidak hanya soal piring makan, tetapi juga soal ekonomi lokal.

Dapur program makan bergizi gratis menyiapkan makanan

Yang perlu dijaga ke depan

Tantangan terbesar MBG bukan sekadar menambah jumlah dapur, melainkan menjaga kualitas dan keamanan pangan di ribuan dapur yang tersebar. BGN menegaskan aktivasi dilakukan bertahap justru untuk memastikan setiap dapur siap secara infrastruktur, personel, dan tata kelola.

Publik juga menaruh perhatian pada transparansi pengelolaan program ini. Dengan skala yang terus membesar, pengawasan terhadap distribusi dan kualitas makanan menjadi kunci agar program benar-benar sampai ke mereka yang membutuhkan.

Baca juga: 55 Ribu Sekolah Direvitalisasi, Apa yang Berubah?

FAQ

Berapa dapur MBG baru yang diaktivasi BGN?

Sebanyak 953 SPPG baru di 34 provinsi, dengan sasaran sekitar 1,5 juta penerima manfaat.

Siapa saja penerima prioritas MBG?

Ibu hamil, ibu menyusui, balita (kelompok 3B), serta santri di lingkungan pesantren, terutama di daerah 3T dan wilayah dengan stunting tinggi.

Apakah semua dapur yang terdaftar langsung beroperasi?

Tidak. BGN memastikan dulu kesiapan infrastruktur, personel, dan tata kelola keamanan pangan sebelum dapur diaktivasi.

Sumber: Validnews; Bloomberg Technoz; BSI News. Diakses 5 November 2026.

Pembagian makan bergizi untuk anak sekolah